Call for Papers Muktamar Pemikiran Santri 2018

Call for Papers Muktamar Pemikiran Santri 2018
Call for Papers Muktamar Pemikiran Santri 2018
Call for Papers Muktamar Pemikiran Santri 2018

Peran serta santri dalam membangun negeri telah diakui oleh banyak pihak, baik oleh kalangan akademisi dalam dan luar negeri maupun praktisi dan profesional. Pengakuan atas peran ini kemudian ditegaskan oleh negara dengan lahirnya hari santri nasional. Penetepan hari santri ini didasarkan pada hari di mana resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH. A. Hasyim Asy’ari. Resolusi jihad ini kemudian memantik perlawanan semesta yang dilakukan oleh rakyat Indonesia untuk menentang kedatangan sekutu dan penjajah.

Jauh sebelum peristiwa resolusi jihad dan pertempuran 10 November 1945 di Surabaya, para santri telah berperan penting pada masa kolonial; mulai dari bagaimana mereka teguh untuk memberikan Pendidikan bagi masyarakat luas, menjadi penjaga warisan intelektual bangsa, hingga menjadi pasukan perlawanan terhadap pemerintah kolonial Belanda.

Pasca kemerdekaan, santri juga menjadi lini depan untuk memberikan legitimasi dalam sistem negara bangsa bernama Indonesia ini. Sejarah mencatat bahwa kaum santri ikut menjaga legitimasi kedaulatan Indonesia dengan memberikan status ulil amri al-daruri bi al-syaukah kepada presiden Indonesia yang saat itu sedang mengalami banyak pemberontakan. Pasca Orde Baru tatkala era reformasi dimulai, konsep negara Indonesia mendapat tantangan hebat dari kelompok Islam trans-nasional yang menghendaki pemerintahan Islam global dan menolak Indonesia sebagai sebuah konsep nation state. Atas isu ini, lagi-lagi santri menjadi lini terdepan dalam mempertahankan bentuk negara bangsa Indonesia dengan slogannya, “NKRI Harga Mati”.

Saat ini, kaum santri dihadapkan pada situasi yang semakin kompleks akibat situasi global yang terus berkembang. Selain keuntungan yang didapat oleh bangsa Indonesia, saat ini bangsa Indonesia dihadapkan pada ajaran ekstrimisme, radikalisme, terorisme, serta potensi konflik horizontal yang semakin menampakkan diri dan memberikan ancaman nyata bagi keberlangsungan bernegara kita yang telah disepakati sebelumnya.

Maka untuk memacu semua itu, kami bermaksud untuk memberikan ruang bagi kalangan santri (santri aktif, pendidik di pesantren, dan alumni untuk mengikuti muktamar pemikiran santri 2018 yang akan mengusung tema: Islam, Kearifan Lokal dan Tantangan Kontemporer.

Subtema atau bidang kajian yang akan dieksplorasi dalam muktamar ini adalah sebagai berikut:

  1. Pesantren dan Moderasi Beragama
  2. Pesantren dan Perempuan
  3. Pesantren dan Kebudayaan
  4. Revitalisasi Keilmuan Pesantren
  5. Bahtsul Masa’il Pesantren dan Inovasi Pemikiran

Kendatipun berbasis pensantren, namun semua sub-tema atau bidang kajian ini dapat didiskusikan melalui berbagai disiplin ilmu yang meliputi akidah, filsafat, sejarah, ilmu al-Qur’an, hadis, sosiologi, antropologi, pendidikan, filologi, hukum Islam, psikologi, sains murni, ilmu terapan, dan disiplin lainnya.

Waktu dan Tempat

Muktamar Pemikiran Santri Nusantara rencananya akan dilaksanakan sebagai pendukung Hari Santri 2018 dan bersamaan dengan Malam Kebudayaan Pesantren. Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam rentang waktu 10-12 Oktober 2018. Adapun tempat sangat beragam. Dengan menggunakan salah satu pondok pesantren (PP Ali Maksum Krapyak atau PP Sunan Pandanaran) di Yogyakarta, diharapkan muktamar ini akan menemukan relevansi dan keunikannya tersendiri, yang langsung bersentuhan dengan komunitas pesantren. Sedangkan Malam Kebudayaan dengan menghadirkan Kiai-Nyai-Santri Berpuisi dan Pegon Exhibition yang akan diarahkan di Keraton Yogyakarta. Kendati demikian, pemondokan atau penginapan para peserta akan bertempat di salah satu hotel ternama.

Call for Papers

Muktamar ini bukanlah ajang kompetisi yang memperebutkan sebuah gelar. Tetapi sebagai ajang dialektika pemikiran santri yang tersebar di pelosok tanah air. Kriteria kepesertaan lebih diutamakan dari kalangan santri, baik yang mengajar atau masih belajar sebagai mahasiswa/mahasantri, maupun alumni pondok pesantren yang berprofesi sebagai akademisi, peneliti, praktisi, maupun profesional. Kesemuanya bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini dan menyuguhkan pemikirannya dan gagasannya dengan mengacu kepada salah satu bidang kajian. Bukti sebagai santri atau alumni pondok pesantren ini dapat ditorehkan dalam biodata singkat calon peserta.

Mekanisme yang ditawarkan dalam muktamar ini sedikit unik namun sangat sederhana. Muktamar yang sejatinya adalah sebuah koferensi, telah menjadikan call for papers sebagai media untuk menjaring gagasan dan pemikiran yang brilian dan bermutu dari kalangan santri. Sebagai langkah awal, bukti gagasan dan pemikiran dapat dibuktikan dengan abstrak paper (tidak melebihi 300 kata) dengan bahasa Arab, Inggris, Indonesia, atau Pegon yang akan direview oleh Tim Akademik untuk diketahui bobot dan mutu pemikirannya. Apabila hasil seleksi abstrak menyatakan kelayakannya dan masuk dalam nominasi yang terpilih untuk dipresentasikan, maka panitia akan meminta full paper dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Berkas muktamar dikirim melalui email [email protected]

Sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, makalah yang diajukan orisinil karya sendiri dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun, baik di media cetak maupun elektronik. Sedangkan apresiasi yang bisa dilakukan oleh panitia untuk peserta yang dinyatakan lolos seleksi, maka panitia akan menanggung biaya yang meliputi biaya trasportasi ketempat muktamar, akomodasi, dan konsumsi selama muktamar berlangsung.

Timeline :

  • Penyerahan Abstrak : 12-31 Agustus2018
  • Seleksi Abstrak : 1-3 September 2018
  • Pengumuman Nominasi Abstrak Terpilih : 5 September 2018
  • Pengiriman Full Paper : 5-31 September 2018
  • Pengiriman Undangan Panelis : 1-5 Oktober 2018
  • Muktamar dan Presentasi Makalah : 10-12 Oktober 2018

Biaya Pendaftaran: Gratis

Info dan Kontak:
Ainurrofiq (081322468015)
Rafiq Zainul M (085258739454)

Ringkasan
Event
Call for Papers Muktamar Pemikiran Santri 2018
Tempat
Yogyakarta,
Dimulai
10/10/2018
Berakhir
12/08/2018
Deskripsi
Muktamar ini bukanlah ajang kompetisi yang memperebutkan sebuah gelar. Tetapi sebagai ajang dialektika pemikiran santri yang tersebar di pelosok tanah air.